goeyon_02

July 17, 2007 at 6:18 am (goeyon)

“Lupa Bawa Kacamata”

Suatu hari seorang presiden pergi melihat pameran lukisan-lukisan. Karena saat itu beliau mengalami sakit mata dan penglihatannya kabur, maka ia mengajak satu ajudannya ut menuntunnya.
Presiden : “Wah, lukisan ini bagus. Gambar ikannya bener-bener hidup.”
Ajudan: “Shttt… Jangan keras-keras Pak. Itu gambar buaya.”
Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain.
Presiden: “Gambar Gajah ini benar- benar gagah.”
Ajudan: “Shttt… Ojo keras-keras Pak. Itu gambar banteng.”
Presiden itu kemudian menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran dia berseru:
“Wah, sing iki apik tenan. Lukisan Gorila nya begitu nyata anatominya.”
Ajudannya langsung tertegun dan berkata:
“Pssttt…. Jangan keras-keras Pak. Itu cermin !

(sumber: www.ketawa.com)

Permalink Leave a Comment

goeyon_03

July 17, 2007 at 6:14 am (goeyon)

“Masalah Anak SD”

Seorang guru SD sedang menegur muridnya.
Guru : “mengapa nilai matematikamu sekarang selalu di bawah lima, padahal sebelumnya selalu di atas delapan, apa kamu punya masalah ?”
Murid : “ya bu, saya memang sedang punya masalah.”
Guru : “apa masalahmu, nak?”
Murid : “kalkulator saya hilang, bu.”

(sumber: www.ketawa.com)

Permalink Leave a Comment

goeyon_04

July 17, 2007 at 6:10 am (goeyon)

“Selamat dari Kecelakaan Kapal”

Wartawan: “Kata orang, Anda satu-satunya yang selamat dari kecelakaan tersebut?”
Narasumber: “Benar sekali.”
Wartawan: “Lalu bagaimana cara anda selamat dari kecelakaan tersebut?”
Narasumber: “Mudah sekali. Karena saya satu-satunya penumpang yang ketinggalan kapal…”
Wartawan: “!@##@!$$^”

(sumber: www.ketawa.com)

Permalink Leave a Comment

goeyon_05

July 17, 2007 at 5:59 am (goeyon)

“Bebas Pengangguran”

Perdana Menteri Jepang, Abe, berkunjung ke Indonesia. Di pelabuhan udara, Presiden Suharto menyambutnya gembira, kemudian duduk bersama di dalam mobil kehormatan. Selama di perjalanan, dengan bangga Suharto menunjuk kepada ribuan orang yang berdiri di pinggir jalan, yang telah dipersiapkan sebelumnya, sambil mengibar-ngibarkan bendera Jepang dan Indonesia. Tapi Shintaro Abe mengerutkan keningnya.

Banyak sekali pengangguran di negara Anda,” kata Abe, “Di negara kami
tak seorang pun mau membuang-buang waktunya seperti itu. Mereka bekerja, dan tak punya waktu berdiri di pinggir jalan.”

Mendongkol hati Suharto mendengarkannya. Begitu Abe pulang,ia menyusun rencana untuk berkunjung ke Jepang, ingin membuktikan apakah benar tak ada pengangguran di Jepang. Beberapa hari kemudian, Suharto dan rombongan tiba di Jepang. Shintaro Abe menyambutnya di pelabuhan udara dan bersama-sama menuju istana negara. Di sepanjang jalan, tak seorangpun yang berdiri di pinggir jalan menyambut mereka.

Anda lihat,” celetuk Abe, “Tak ada yang menganggur.” Keesokan harinya,
Suharto bersama ajudannya mengelilingi kota Tokyo. Tak seorang pun
penganggur yang mereka temui. Setelah beberapa hari mencari dengan sia-sia, akhirnya mereka bermaksud pulang kembali ke Indonesia. Dengan ditemani Abe mereka menuju pelabuhan udara. Tiba-tiba, tampak seorang lelaki duduk termenung di pinggir jalan.
“Itu dia!” teriak Suharto, “Kita berhasil menemukannya seorang!” Dia
menyuruh ajudannya menghampiri orang tersebut. Tak lama kemudian
ajudannya kembali sambil berlari-lari. “Bukan, bukan!” teriaknya, “Dia duta besar kita untuk Jepang!”

(sumber: www.ketawa.com)

Permalink Leave a Comment

goeyon_07

July 17, 2007 at 5:53 am (goeyon)

“Perampokan Pejabat”

Perampok : “Berikan semua uangmu!”
Korban : “Tidak! Kamu tahu aku ini seorang anggota DPR!”
Perampok : “Kalau begitu, berikan semua uangKU sekarang!!!”

sumber: www.ketawa.com

Permalink Leave a Comment

« Previous page · Next page »