goeyon sedilut

September 5, 2007 at 10:19 am (goeyon)

“Tergantung”

“Aku salut dengan bapakmu,” puji seorang anak pada temannya yang memiliki bapak, selain anggota DPR juga pengusaha sukses.
“Kenapa emang?”
“Dia betul-betul pintar ngatur waktu. Selain karier politiknya melesat, perusahaannya pun maju pesat.”
“Ooo…”
“Omong-omong, berapa lama bapakmu tidur seharinya?” si anak bertanya lagi.
Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment

“the others”

September 5, 2007 at 8:23 am (artikel:kalih)

Peluklah Kematian dengan Akrab

Ketika kabut pagi belum lagi hilang, terdengar ketukan di sebuah rumah di Pulau Jersey saat gejolak Perang Dunia II. Tiga orang tamu itu datang mencari pekerjaan kepada sang Nyonya Grace: Nyonya Mills, Tuttle, dan gadis bisu Lydia . Mereka datang mencari pekerjaan. Kebetulan Grace membutuhkan pelayan untuk mengurus rumah besar itu. Begitu tiga orang ini dipersilakan masuk rumah, suasana ganjil langsung terasa. Setiap kali Grace memasuki ruangan baru, pintu kamar yang usai ditinggalkan langsung dikunci. Tirai jendela juga tertutup semua. Alasannya, anak-anaknya tak tahan cahaya matahari. Tanpa listrik, suasana menjadi semakin muram. Untuk melihat isi rumah mereka harus menggunakan lampu tempel. Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

koepoe

September 5, 2007 at 4:59 am (artikel:kalih)

“Keindahan Koepoe2″

Lihatlah sayap kupu-kupu pada gambar di bawah seolah-olah Anda melihatnya untuk pertama kali. Tentu saja Anda akan diliputi rasa kagum melihat penampilan yang sedemikian indahnya, simetri yang tanpa cacat sedikit pun, serta corak dan warna yang memesona. Sekarang bayangkan tentang sehelai kain. Anggaplah bahwa kain itu merupakan kain yang indah bermutu tinggi yang ditenun berdasarkan ilham dari corak kupu-kupu ini. Apa yang akan Anda pikirkan jika Anda melihat sehelai kain seperti ini di jendela sebuah toko? Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment