goeyon sedilut

September 5, 2007 at 10:19 am (goeyon)

“Tergantung”

“Aku salut dengan bapakmu,” puji seorang anak pada temannya yang memiliki bapak, selain anggota DPR juga pengusaha sukses.
“Kenapa emang?”
“Dia betul-betul pintar ngatur waktu. Selain karier politiknya melesat, perusahaannya pun maju pesat.”
“Ooo…”
“Omong-omong, berapa lama bapakmu tidur seharinya?” si anak bertanya lagi.

“Itu tergantung.”
“Maksudnya?”
“Kata bapak, tergantung berapa lama sidangnya.”

“Emangnya..??”

Seorang Supervisor marah-marah ketika melihat di lantai pabrik berserakan kulit kacang. Seorang Worker memberitahu bahwa yang melakukan hal itu adalah Si Doel seorang karyawan baru dari kampung.

Si Doel pun dipanggil dan diinterogasi oleh sang Supervisor: “Hei.., Doel, kamu tadi makan kacang di sini ya?”
“Be..be..benar Pak” jawab Doel sedikit gugup.
“Kenapa kulitnya dibuang ke lantai?” tanya sang Supervisor sedikit melunak karena nggak tega melihat Doel gugup.
Dengan Muka sedikit heran Doel menjawab:
“Emangnya kulitnya dimakan juga ya Pak?”

“Supir Taksi Baru”

Setelah berjalan sekian lama, penumpang menepuk pundak sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain.

Akhirnya ia bisa menguasai kemudi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
“Tolong, jangan sekali-sekali melakukan itu lagi,” kata sopir taksi dengan wajah pucat dan menahan marah.
Penumpang: “Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak.”
Sopir taksi: “Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama.”
Penumpang: “Oh begitu. Terus, kok bisa kaget begitu?”
Sopir taksi: “Sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah.”

sumber : www.humorkita.com

 

bdr2.gifbayek.gifbdr1.gif

“masepipit”

 

 

1 Comment

  1. bunda said,

    ha..ha..ha…, pinteran Aris, anekdotnya lucu-lucu. Hidup memang harus diisi dengan senyum karena dunia ini terlalu indah bila harus dihiasi dengan air mata.

Post a Comment