guyon meneh..
Adik Menangis
Anak-anak Nurdin yang berusia lima tahun itu segera lari menemui ibunya setelah adiknya menangis keras-keras.
“Ibu, adik menangis di depan pintu.”
“Pasti kamu ganggu, ya?”
“Nggak kok. Nurdin nggak apa-apain.”
“Lalu, kenapa adik bisa menangis?”
“Cuma kejatuhan cicak kecil di kepalanya.” Read the rest of this entry »
dopamin
Dopamin
Bayangkan, anda memasuki ruangan dokter sambil membawa kartu cerdas berisi seluruh informasi genetik tubuh anda yang telah dikode dan diamankan dengan nomor PIN seperti anda membuka ATM. Dengan melihat data-data informasi genetik anda yang unik, dokter dapat menentukan obat yang tepat dalam dosis yang akurat secara efisien sesuai dengan kondisi anda tanpa khawatir akan terjadinya ADR (Adverse Drug Reaction), efek samping maupun ketidaktepatan pemilihan obat. Keadaan tersebut merupakan impian para ilmuwan yang bergerak di bidang farmakogenetik, suatu ilmu yang menghantarkan manusia pada “pengobatan individual/pengobatan butik” berdasarkan pemetaan lengkap seluruh gen yang dimiliki tubuh manusia. Para ilmuwan di bidang biologi molekuler yang tergabung dalam Human Genome Project (HGP) telah mengumumkan hasil sekuensing sekitar 100.000 gen manusia tertanggal 26 juni 2000. Farmakogenomik mencari korelasi yang belum terungkap antara pola-pola genom dengan manifestasi klinis. Sebuah korelasi yang jika terungkap akan dapat memberikan kemudahan bagi para dokter dan ahli farmasi untuk membuat keputusan yang tepat, rasional serta menurunkan angka probabilitas kesalahan pemberian obat, kesalahan dosis, maupun resiko efek samping karena penggunaan metode trial-and-error.
Read the rest of this entry »
Komodo
Komodo Mampu Berkembang Biak tanpa Memerlukan Pejantan
Bagi penggemar film science fiction, tentunya masih ingat salah satu adegan film Jurassic Park yang menceritakan bertelurnya dinosaurus karnivora betina, T-Rex, dan kemudian telur tersebut menetas menjadi T-Rex muda tanpa terbuahi oleh T-Rex jantan.
Read the rest of this entry »
Gringgingen…

Diabetes Mellitus
Pada penderita diabetes mellitus, kesemutan merupakan gejala adanya kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf akan berkurang. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, serta mengonsumsi obat diabetes dan vitamin B1 atau vitamin B12.


