Bali

August 6, 2007 at 1:41 am (tjrito)

“Bali”

Tahun lalu saya dua kali ke Pulau Bali. Kata orang sih itu pulau seperti surga, sampai-sampai dikasih julukan pulau dewata. Sebelum berangkat tentu saja bermacam-macam imajinasi sudah meracuni otak saya. Maklumlah, kan belum pernah ke sana. Kalau pun pernah liat, itu juga baru sebatas di majalah atau tayangan tipi.

Kesempatan itu saya peroleh dari kantor. Saya dan temen dapat tugas ikutan workshop software keuangan. Namanya juga cuma staf, bisanya cuma ’sendika dawuh’ kalo disuruh ke sana sini. Tapi kalau ke Bali, ga disuruh pun mungkin malah minta. Bali euy..!! Lagian juga ini kesempatan saya ngeliat dunia di luar Jawa.

Jam 5 sore WITA kita tiba di sana. Tidak seperti bandara di kota lain, baru masuk ke baggage claims saya sudah merasa di dunia lain. Sambutan musik etnik mengalun menyambut kita-kita. Di sudut-sudut bangunan berserakan bunga dan menyan sesaji. Tiang penyangga diberi jarik khas putih kotak-kotak hitam. Pun ketika saya masuk ke toilet, banyak bunga sesaji diletakkan di situ. Jadi petugas klining servis ga perlu repot nyari parfum.

Acara yang saya ikuti cuma tiga hari saja. Di daftar acara tertulis kegiatan dimulai dari jam 8 pagi sampai 10 malam. Wahh, bakalan serius nih. Tapi bo’ong banget kalo saya selalu serius ngikutinya. Yang jelas niat pengin jalan-jalan tuh udah kebawa dari rumah. Trus gimana dong tugas dari kantor. Yaahh,,..kan bisa diakalin. Lha wong tujuan akhir workshop itu kan suruh ngumpulin laporan semesteran. So, bisalah kita begadang hari pertama kedua. Pokoknya kerjaan digebuk, target selesai maksimal hari kedua. Beres,..!!

Syukurlah, planningnya berjalan sukes. Jadi kita punya sisa satu hari buat menuhin ambisi, jalan-jalan tentunya. Pokoknya harus jalan, kalo perlu habis shubuh langsung jalan. Edan. Eh, taunya tenyata hampir semua peserta punya pikiran sama dengan kita. Weleh, satu perjuangan bos..!

Budaya
Rasa penasaran saya tentang keindahan Bali makin menguat. Akhirnya saya pindah haluan, temen-temen pada pergi rombongan, saya pinjem motor pegawai hotel (kebetulan orang jawa) buat jalan sendiri. Yah, biar bebas menikmati tanpa terikat waktu dengan orang lain.

Sepanjang perjalanan saya baru percaya apa kata orang. Bali memang pulaunya dewa. Iya benar, hampir tiap rumah pasti ada tempat sesaji. Itu bukan cuma untuk hiasan, tapi setiap hari digunakan untuk ibadah. Para penduduknya lalu-lalang bawa sesaji dengan aroma khas kemenyan. Mereka sembahyang dan menaruh sesaji di tempat itu. Bahkan di perempatan jalan pun juga saya temui orang lagi sesajen. Pantas saja dewa kerasan tinggal di pulau ini. Habis tiap hari dihormati, dimintai, dan dikasih makan sama penduduknya.

Satu hal lagi yang membuat kagum. Kebersihan. Yups, jalan-jalan di desa sekitar Denpasar nampak rapi dan asri. Mereka sungguh menyatu dengan alam. Kalau di kota orang mau bikin jalan, pohon-pohon pada ditebangin, tapi di sana justru jalan dibuat mengelilingi pohon-pohon yang tumbuh. Boro-boro mo ditebang, malah pohonnya pada dikasih celana…!!?

Kemudian tentang agama. Jika ada upacara budaya atau agama, seluruh penduduk ga ada yang berani mengganggu. Sungguh sangat sakral. Sampe-sampe jalan di tutup.

kemBali
Banyak hal yang belum bisa diungkap dalam tulisan ini. Yang jelas, Bali membuat saya sedikit mimpi. Mimpi situasi pada masa kejayaan islam dulu. Mungkin suasananya seperti di Bali saat ini. Ga ada pencurian, ga ada curiga, ga ada sikut-sikutan. Tiap hari mereka selalu berwajah ceria, masjid-masjid selalu ramai dengan orang beribadah, bla.bla…bla…!!!

Ah, itu kan masa lalu. Dan sekarang hanya bisa melihat kenyataan. Kenyataan yang jauh dari harapan. Harapan akan kebaikan, harapan tentang keindahan, dan harapan akan kedamaian. Maksud hati ingin mengejar kebahagiaan sejati, tapi sungguh berat, tiap hari pikiran sudah terkontaminasi racun duniawi. Duh..!!

masepipit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: