“the others”

September 5, 2007 at 8:23 am (artikel:kalih)

Peluklah Kematian dengan Akrab

Ketika kabut pagi belum lagi hilang, terdengar ketukan di sebuah rumah di Pulau Jersey saat gejolak Perang Dunia II. Tiga orang tamu itu datang mencari pekerjaan kepada sang Nyonya Grace: Nyonya Mills, Tuttle, dan gadis bisu Lydia . Mereka datang mencari pekerjaan. Kebetulan Grace membutuhkan pelayan untuk mengurus rumah besar itu. Begitu tiga orang ini dipersilakan masuk rumah, suasana ganjil langsung terasa. Setiap kali Grace memasuki ruangan baru, pintu kamar yang usai ditinggalkan langsung dikunci. Tirai jendela juga tertutup semua. Alasannya, anak-anaknya tak tahan cahaya matahari. Tanpa listrik, suasana menjadi semakin muram. Untuk melihat isi rumah mereka harus menggunakan lampu tempel.

Sementara itu, Grace beserta dua anaknya yang masih bocah, Anne dan Nicolas, tiap hari berharap cemas menanti kedatangan sang suami, Charles, dari medan perang. Kabarnya, Charles telah tewas, tapi mereka belum tahu secara pasti. Sejak awal, film The Others karya sutradara Alejandro Amenabar asal Spanyol ini membawa penonton pada suasana yang muram. Wajah pucat Grace, paras Nyonya Mills yang statis dan cenderung beku, serta gambar-gambar dengan pencahayaan rendah yang ditata secara apik oleh Javier Aguirresarobe. Ini semua menghasilkan atmosfer yang gelap dan menekan. Penonton langsung bisa mengenali bahwa The Others—film pertama Amenabar dalam bahasa Inggris—adalah film horor. Namun rasa ngeri itu tidak ditimbulkan oleh sosok hantu ataupun semburan darah. Seperti halnya karya Amenabar sebelumnya, Abre Los Ojos (Open Your Eyes)—sudah dibuat ulang dalam versi Inggris dengan judul Vanilla Sky yang dibintangi Tom Cruise—ketegangan bergulir pelan tapi kadarnya meningkat terus.

Konflik dalam film ini mulai timbul ketika Anne mengaku melihat seorang bocah berkeliaran di rumah itu. Cerita ini membuat Nicolas dicekam ketakutan. Kontan saja Grace memarahi putri sulungnya itu. Ketika Anne berkeras bahwa ia tidak bohong, ibunya malah menghukumnya membaca amsal-amsal dari kitab suci. Namun sikap Grace berubah saat ia sendiri mendapati jejak-jejak orang berkeliaran. Rasa cemasnya berlipat ketika ia menemukan album foto yang berisi gambar jenazah-jenazah dalam pakaian resmi. “Ini album kematian, dengan pengambilan gambar seperti ini mereka percaya jiwa akan abadi,” kata Nyonya Mills.

Kegundahan Grace memaksanya keluar rumah mencari pastor desa untuk minta pertolongan. Namun kabut membuatnya tersesat. Di tengah gumpalan asap tipis, ia menjumpai suaminya. Ia sempat bingung. Bukankah suaminya sudah tewas? Namun lelaki di depannya terasa nyata. Maka mereka pulang ke rumah dan bercinta. Tapi keesokan harinya, Charles menguap begitu saja. Sementara itu, gangguan makhluk lain di rumah itu kian menjadi-jadi. Didera frustrasi, Grace melontarkan amarahnya pada Anne dan tiga pelayannya. Anne tak mau kalah, ia menyebut ibunya gila. Di saat pusaran emosi Grace memuncak, muncul kejutan mahadahsyat tentang identitasnya saat ini.

Kelokan plot dalam The Others sebangun dengan The Sixth Sense karya M. Night Shyamalan. Namun hal ini tetap tak mengurangi daya gedornya. Maka film ini jadi mengharukan. Terlebih, Amenabar yang juga bertindak selaku penata musik dalam film ini tak mencurangi penonton. Kunci misteri muncul dalam pelbagai kepingan, asal penonton teliti.

Kekuatan lain film ini adalah akting Kidman. Ia berhasil menghadirkan gambaran perempuan normal dalam situsi mengimpit. Kebingungan, kecemasan, tapi penuh harga diri mengalir wajar dalam permainan Kidman. Gaya akting ini mengingatkan kita pada penampilan Deborah Kerr atau Grace Kelly. Akting Flanagan sebagai Nyonya Mills juga meyakinkan. Melihat wajah Flanagan saja, penonton terjangkit rasa ngeri. Sayangnya, permainan dua aktor cilik Alakina Mann dan James Bentley kurang berhasil.

Dengan The Others, Amenabar berhasil membawa penonton pada pemahaman bahwa jemputan ajal bukanlah akhir dari segalanya. Ia bisa jadi awal baru yang lebih indah.

————————————————>

film ini bener-bener keren. kita yang nonton ga dapat dibawa ke dalam alur cerita yang mengalir pelan, dengan tingkat rasa penasaran semakin meningkat. baru kali ini saya nonton film thriller, dan ternyata bagus (ga vulgar dengan hantu dan darah). good..masepipit.

Judul: The Others
Sutradara dan Penulis Skenario : Alejandro Amenabar
Pemain : Nicole Kidman, Fionnula Flanagan, Christopher Eccleston
Produksi : Miramax, 2001
(Dari Majalah TEMPO Edisi. 05/XXXI/01 – 7 April 2002)
sumber : http://www.kaskus.us/

 

the-others.gif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: